The Flows

The Flows

Thursday, April 21, 2011

Geomorfologi Karst

Pengertian Karst
Karst adalah sebuah bentukan di permukaan bumi yang pada umumnya dicirikan dengan adanya depresi tertutup (closed depression), drainase permukaan , dan gua. Bentang alam atau morfologi karst terbentuk akibat proses karstifikasi dan proses pelarutan kimia yang diakibatkan oleh aliran permukaan. Karst yang baik harus mengandung potensi mineral kalsit sekitar70-90% hal ini dimaksudkan dengan kegiatan pelarutan yang ada. Suatu kawasan karst mempunyai karakteristik yang khas, baik wilayah permukaan (eksokarst) dan bawah permukaan (endokarst).
Karst hanya dijumpai di tempat-tempat tertentu. Pada awalnya pengertian karst merujuk pada nama bentang alam “karst” ditimur kota Trieste, Slovenia. Karena kekhasannya istilah karst kemudian dipakai untuk menyebut semua kawasan batugamping yang telah mengalamisuatu proses kelarutan. Karst merupakan suatu wilayah batugamping yang ditandai oleh adanya cekungan, lereng terjal, tonjolan bukit berbatugamping tak beraturan, gua, mempunyai system aliran air bawah tanah.



Ciri-Ciri Karst
Penciri karst sangat beraneka ragam secara garis besar dilihat dari mayor dan minornya.
 Untuk minor bisa berupa lapis, karst split, parit karst, palung karst, speleothem dan fitokasrt.
 Untuk mayor bisa berupa surupan, uvale, polje, jendela karst, palung karst, gua, terowongan alam.


Pembentukan Karst
Proses pembentukan karst melibatkan apa yang disebut sebagai “Karbon dioksida kebawah”. Hujan turun melalui atmosferdengan membawa karbon dioksida terlarut dalam tetesan. Ketika hujan sampai ditanah, ia terperkolasi melalui tanah dan menggunakan lebih banyak karbon dioksida. Infiltrasi air secara terus-menerus secara alami membentuk retakan-retakan dan lubang pada batuan. Dalam periode waktu yang lama, dengan suplai karbon dioksida terus-menerus yang kaya air, lapisan karbonat mulai melarut.



Bentuk-bentuk Sisa Pelarutan
a. Kerucut karst
Bukit Kars yang berbentuk kerucut dan berlereng terjal dan dikelilingi oleh depresi/bintang (Bloom, 1979)



b. Menara Karst
Bukit sisa pelarutan dan erosi berbentuk menara dengan lereng yang terjal, tegak atau menggantung, terpisah satu dengan yang lain dan dikelilingi oleh dataran alluvial



c. Mogote
Bukit terjal yang merupakan sisa pelarutan dan erosi, umumnya dikelilingi oleh dataran alluvial yang hampir rata (Flat)



d. Vaucluse
Gejala karst yang berbentuk lubang tempat keluarnya aliran air tanah



e. Turm Karst
Lingkungan karst yang berupa bukit-bukit kars (Kerucut kars) yang saling berhubungan antara satu dengan yang lain.



Potensi Kawasan Karst
1. Potensi Ekonomi
Semakin meroketnya jumlah penduduk tak ayal lagi membuat manusia berusaha untuk bertahan hidup. Gua yang umumnya di jumpai dikawasan karst sudah lama dijadikan manusia sebagai hunian. Selain sebagai hunian, kawasan karst juga tempat untuk pertanian/peternakan, perkebunan, kehutanan, penambangan batu gamping, penambangan guano (kotoran kelelawar), penyediaan air bersih, air irigasi dan perikanan, serta kepariwisataan.
Salah satu pemanfaatan yang merugikan adalah penambangan batu gamping. Dengan menggunakan bahan peledak akan menganggu hewan didalamnya (kelelawar, burung walet).
Pemanfaatan yang baik untuk kelestarian kawasan karst adalah pariwisata yang selalu berusaha untuk mempertahankan keaslian dan keunikan kawasan karst tersebut.
2. Potensi Sosial
Nilai sosial-budaya kawasan karst selain menjadi tempat tinggal juga mempunyai nilai spiritual/religius, estitika, rekreasional dan pendidikan. Banyak tempat di kawasan karst yang digunakan untuk kegiatan spiritual/religius. Banyak aspek hubungan antara manusia dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat spiritual khususnya dengan keyakinan masyarakat dengan fenomena alam di sekitarnya seperti halnya gua. Hubungan antara manusia dan alam disekitarnya pada dasarnya akan memberikan pelajaran kepada manusia bagaimana melestarikan alam dan dekat dengan Sang Penciptanya.

Berikut adalah wilayah karst di Indonesia:
 Gunung Leuser (Aceh)
 Perbukitan Bohorok (Sumut)
 Payakumbuh (Sumbar)
 Bukit Barisan, mencakup Baturaja (Kabupaten Ogan Kombering Ulu)
 Sukabumi selatan (Jabar)
 Gombong, Kebumen (Jawa Tengah)
 Pegunungan Kapur Utara, mencakup daerah Kudus, Pati, Grobogan, Blora dan Rembang Jawa Tengah)
 Pegunungan Kendeng, Jawa Timur
 Pegunungan Sewu, yang membentang dari Kabupaten Bantul di barat hingga Kabupaten Tulungagung di timur.
 Sistem perbukitan Blambangan, Jawa Timur
 Perbukitan di bagian barat Pulau Flores, tempat lokasi banyak gua, salah satu di antaranya adalah Liang Bua (Nusa Temggara Timur, NTT)
 Perbukitan karst Sumba (NTT)

1 comment:

  1. salam kenal ...di sulawesi juga ada batuan karst yang luas sekedar informasi untuk sharing .....dapat dilihat di blog di bawah ini review gambarnya...salam kenal

    http://rentalmobilmakassar.blogspot.com/2012/08/kawasan-karst-maros.html

    ReplyDelete